Thursday, 5 March 2015

KELENGKAPAN KANDANG HAMSTER

Setelah Membaca postingan sebelumnya mengenai cara membuat kandang pemeliharaan Hamster, kali ini saya akan membagi lagi pengalaman mengenai isi kandang (perlengkapan yang diperlukan untuk mengisi kandang hamster kita).

Bahan utama yang diperlukan adalah serbuk kayu dan pasir.

Serbuk kayu tidak perlu yang mahal-mahal dari toko. Serbuk hasil ketam tukang kayu bisa juga digunakan, asalkan bisa memilih/memilah yang baik untuk digunakan oleh hamster berlindung dan bersembunyi di dalam kandang. Saya biasanya mendapatkan serbuk kayu dari tukang lemari atau tukang buat Kusen pintu atau jendela. Ingat bahwa yang dibutuhkan serbuk hasil KETAM, bukan serbuk hasil gergaji. Biasanya di tempat tukang kayu tersebut memang sudah bercampur (hasil ketam dengan gergaji) namun kita dapat memilah-milah hasil pengetaman yang tipis. Trik saya ketika lewat di depan (jalan) tukang kayu tersebut, jika sudah kelihatan menumpuk tinggi hasil pengetamannya, nah di situ biasanya saya singgah untuk meminta serbuk kayu pada tukang kayunya. tapi kalau tumpukannya masih rendah, biasanya masih bercampur dengan tai gergajinya. Syarat (sy sebut syarat bukan berarti mutlak, karena sy terus belajar sampai saat ini, bukan pakar) serbuk kayu ini, jangan yang berwarna merah, karena kalau serbuknya basah karena kena kencing atau air, maka sari warna dari kayu tersebut susah hilang. Jadi cari/pilih serbuk kayu putih, jangan kayu bayam, kayu hitam, atau kayu nato yang berwarna merah. Kayu kapuk, mangga atau lainnya yang jenis kayunya lembek/ringan.

Serbuk kayu ini langsung dimasukkan ke dalam kandang sebanyak 2 genggam saja.

Bahan berikutnya adalah Pasir.
Pasir dibutuhkan oleh hamster untuk mandi dan bermain pasir. layaknya ayam yang biasa mandi pasir. Pasir ini juga sama dengan serbuk kayu, tidak perlu yang mahal-mahal. Pasir bangunan pun bisa digunakan, asal pasirnya halus dan kering. Kalau tidak halus, saring dulu dengan saringan yg agak kasar, tidak perlu sehalus kayak tepung.
Agar pasir tidak bercampur dengan serbuk kayu, pasir ditempatkan di dalam kandang dengan menggunakan media mangkuk / cebokan tangan. Banyak dijual di toko plastik. Saya menggunakan cebokan tangan dari bahan yang tidak dapat digigit oleh hamster. (Lupa nama bahannya) Sejenis plastik tapi bukan plastik (hehehe) mendekati MIKA. besarnya dapat disesuaikan dengan besarnya hamster, karena mangkuk ini akan digunakan hamster mandi pasir, tapi jangan juga memenuhi setengah besarnya kandang. Awalnya saya pake mangkuk tempat ice cream bekas, tapi ini hanya bertahan 2 bulan karena pinggirannya digigiti hamster
Volume pasir di dalam mangkuk tidak perlu penuh mangkuknya, cukup tebal 1 cm saja.

Untuk bahan tambahan sebagai selimut hamster saat tidur, saya menggunakan koran bekas yang saya sobek-sobek kecil-kecil, +- lebar 2 - 5 cm dan panjang 5 - 15 cm.
Tissu Bekas dapur yang digunakan ibu-ibu di rumah juga saya suruh kumpulkan (basah atau pun kering) setelah disimpan 1 hari tissue basah akhirnya juga kering.
setelah klering barulah tissu itu saya sobek kecil-kecil. cukup segenggam tangan juga banyaknya. tidak perlu sampai penuh setinggi kandang. 10 lembar tissue yang dirobek kecil-kecil juga sudah cukup

Demikian pengalaman saya dalam menata kandang dan kelengkapannya.

Berikutnya akan saya bahas tentang makanan sehari-hari hamster.

Tuesday, 3 March 2015

Memilih Hamster Jantan atau Betina

Hamster Jantan Atau Betina ???

HAMSTER BETINA
Hamster Betina memiliki ciri-ciri:
  • Memiliki bakal puting susu di sepanjang perutnya
  • Jarak antara anus dengan kelaminnya lebih rapat/dekat dibandingkan dengan jantan

HAMSTER JANTAN
Haster Jantan memiliki ciri khusus, yaitu terdapat benjolan pada bagian belakangnya (jika dibalik) sebagai cikal bakal tubuhnya biji PELER / Buah Zakar. Selain itu Jarak antara anus dengan kelaminnya lebih berjauhan dibandingkan dengan jarak anus dengan kelamin pada hamster betina.....

Ciri-ciri tersebut di atas akan kelihatan jelas setelah hamster berumur minimal 1 bulan. Jika masih beruur kurang dari sebulan, Anda harus sedikit jeli memperhatikan jarak kelamin dengan anusnya. Sementara puting susu pada haster betina mungkin bisa kelihatan, tapi buah zakar pada hamster jantan masih sulit kelihatan.

Satu-satunya cara melihat jenis kelamin jantan dan betina hamster yang masih berumur kurang sebulan adalah jarak antara anus dengan kelaminnya.

Tunggu tulisan berikutnya......tentang 

MEMBUAT KANDANG HAMSTER

Kandang bagi hamster merupakan rumah baginya. Tanpa perlu banyak basa-basi, langsung saja pada pembahasannya.


Kandang hamster untuk peternak sangat berbeda dengan kandang yang dijual di pasaran. Kandang hamster yang banyak dijual di pasar, adalah kandang yang terbuat dari besi layaknya sebagai penjara bagi hamster. Kandang-kandang yang banyak dijual itu adalah kandang yang HANYA cocok untuk hamster jenis kecil (Campbell dan Robo), sedangkan untuk hamster jenis Syrian dan sejenisnya sangat sempit buatnya, dan benar-benar sebagai penjara baginya.

Berdasar pada pengalaman saya, saya membuat kandang bagi hamster saya dengan bentuk kotak ukuran 33 x 25 x 28 cm (PxLxT). sebenarnya semakin besar semakin bagus, namun dalam populasi yang besar akan memakan ruang yang besar. Bahan dari kandang yang saya buat adalah CALSIBOARD atau ETHERNIT yang biasa dibuat untuk plafon rumah. Bahan Calsiboard bagus karena bebas dari asbes (sehat untuk hamster), namun sedikit berat untuk pembersihan. Akhirnya saya memilih bahan Ethernit yang ukuran 1 x 1 meter. Bahan dapat diperoleh dari pedagang bahan bangunan dengan harga per lembarnya 16 - 18 ribu rupiah. Satu lembar ethernit bisa jadi 2 buah kandang. 

Cara Membuatnya
Asumsi kandang yang akan kita buat ukuran 33x25x28 cm
Ethernit dipotong dengan menggunakan Pisau Cutter dengan bantuan mistar besi sebagai pelurusnya. Potong dengan tekanan sedikit demi sedikit sampai ethernit bisa dilipat untuk dipatahkan. 

Ukuran potongan-potongan ethernit:
2 lembar ukuran 33 x 28 cm (untuk dinding samping)
1 lembar ukuran 25 x 28 cm (untuk dinding belakang)
1 lembar ukuran 26 x 33 cm (Untuk Alas)
1 lembar ukuran 25 x 12 cm (untuk dinding depan, hanya setengah dinding)
1 lembar ukuran 25 x 13 cm (untuk dinding atas depan agar hamster tidak bisa keluar saat memanjat)
1 lembar kawat rang lubang 1/2 cm ukuran 27 x 20 cm (untuk tutup bagian depan)

Cara merangkai kandang
Sebelum potongan-potongan ethernit tadi dirangkai, terlebih dahulu rapikan pinggiran ethernit bekas potongan pisau cutter tadi dengan menggunakan batu gerinda atau batu asah sampai bagian-bagian yang akan disambung (menggunakan lem) benar-benar rapat tidak bercelah.

Jika Anda membuatnya seorang diri (tanpa bantuan orang lain), anda butuh bantuan karet ban dalam bekas (minimal 4 buah) untuk mengikat (sementara) potongan-potongan ethernit tadi menjadi kotak. Karet ini berfungsi untuk meng-erat-kan sementara sambungan sebelum lem-nya mengeras agar sambungan benar-benar rapat tidak bercelah. Semakin banyak karet dan semakin kuat ikatannya semakin baik (asal jangan memecahkan ethernit saja karena terlalu keras)

Usahakan bekerja pada alas yang benar-benar rata (tidak bergelombang)
Ambil potongan-potongan dinding (samping, belakang, depan, dan atas) dan rangkai menjadi kotak (sesuai bagiannya masing-masing). Bagian yang halus berada pada bagian dalam (permukaan ethernit halus dan kasar). Ikat menggunakan karet ban dalam bekas tadi pada bagian atas, tengah, dan bawah untuk merapatkan sambungan sebelu di-lem. 
Setelah benar-benar rapat, pasang kotak tadi di atas potongan bagian ALAS lalu ikat juga dengan menggunakan karet pada bagian belakang dan bagian depan untuk merapatkan bagian belakang dan depan alas dengan dindingnya. 

Rapikan sambungan (simetris dinding dengan alas)

Setelah rapi, langkah berikutnya siapkan LEM KOREA untuk merapatkan sambungan-sambungan tadi. Mulai menge-lem pada bagian sudut-sudut dinding. Teteskan lem mulai dari atas, lem akan mengalir ke bawah. Perhatikan aliran lem jangan sampai ke sudut bagian bawah, karena lem akan terus mengalir dengan sendirinya ke bagian sudut bawah tersebut. Setelah keempat sudut selesai, lanjutnya dengan mengelem bagian atasnya dan bagian alasnya. Lima menit kemudian karet pengikat sudah bisa dilepas. 

Lanjutkan dengan mengelem rang pada dinding bagian depan yang bolong. Ujung samping dan atas rang dibengkokkan untuk dapat mengelem pada dinding bagian samping dan dinding bagian atas. PERHATIKAN : lem jangan mengalir ke arah rang bagian yang bolong. Pengeleman rang hanya mengalir ke bagian dinding ethernit. Lem yang lengket pada rang akan memancing hamster menggigit rang tersebut. Rang juga dilem dengan menggunakan lem korea tadi. (Jamin tidak lepas, asal rang rapat/rata dengan ethernitnya)

Hasilnya:



Kandang costumize ini dapat digunakan oleh hamster mulai dari bayi sampai dewasa, kawin sampai menyusui. 

Apa isinya dan bagaimana perawatan kandangnya? Silahkan baca lagi tulisan berikutnya :

PERAWATAN KANDANG HAMSTER